Foto bersama seletah kegiatan refleksi kelas inspirasi Jepara

Apa kamu pernah mendengar teori bottom rock in life? Jika tidak duduklah, saya akan bercerita tentang batu-batu keras yang menghantam kehidupan saya. Pertama saat saya menyadari bahwa melepas terkadang adalah hal baik yang harus kita lakukan untuk keadilan. Melepaskan tangan yang sangat erat selalu menimbulkan noda hati yang entah sampai kapan ia akan kembali bersih. Terlebih jika sosok yang menggandengmu itu telah memberikan energi positif untuk terus maju ke depan. Kedua, saat saya menyadari bahwa setiap pertemuan adalah perpisahan dan saya paling membenci perpisahan. 


6 bulan bersama kalian (panitia lokal alias Panlok Kelas Inspirasi Jepara) menyatukan visi untuk membangun Jepara melalui pendidikan dengan cara menginformasikan beragam profesi kepada siswa sekolah SD. 6 bulan lamanya kami menyempatkan diri menghadiri rangkaian meet up di sela-sela kegiatan kami yang juga beragam. Tidak jarang kami pun menempatkan jeda waktu istirahat untuk membaca ratusan bahkan ribuan chat di grup wa panlok yang berisi list penting untuk KIJPR1 dan tingkah laku konyol panlok yang justru menambah keakraban team. 



Alhamdulillah, semua usaha kami terbayar. Tepat di tanggal 1 Agustus ratusan anak-anak telah menuliskan cita-cita mereka. Jalan mereka tentu masih panjang untuk mengambil tanggung jawab atas apa yang telah mereka tulis. Namun, nothing impossible in this world. Akan selalu ada tangan yang menggenggam di saat kita lelah. Orang baik pasti akan dipertemukan dengan orang baik. 

Menjadi bagian dari kalian adalah menyenangkan, berpisah dari kalian adalah salah satu bottom rock dalam hidup saya.

Bersama kalian, saya belajar untuk rendah diri, saling melengkapi dan tidak mudah terbawa emosi. Kini, meski tugas utama kami di hari inspirasi telah selesai, namun chat di group kami tetap tidak pernah sepi. Banyak hal menarik kami ulas di dalamnya, dan tentu itu adalah salah satu cara kami menjaga silaturrahim dan bertukar pikiran untuk mencari solusi dari setiap kegaduhan di dalam hidup ini. 


Kelas Inspirasi Jepara team SDN 1 Batukali

Rilis Kelas Inspirasi Jepara di Suara Merdeka


Biarkan terus seperti ini :D 

Pernahkan kamu merasa bahwa dunia ini seperti menghakimimu? Meneteskan air mata seorang diri dan berpikir di dunia ini tidak ada lagi yang merasa sayang kepadamu? 

Kebenaran yang datang adalah, bahwa di dunia ini kita selalu hidup dengan perlindungan. Entah itu perlidungan dari orang yang kau cintai seperti orangtua, bahkan kekasih hati semacam superman atau wonderwoman yang bisa kamu pegang tangannya dan bersedia meminjamkan bahu dan dadanya sebagai tempat kita untuk menenangkan diri disaat kita tengan gundah dengan segudang permasalahan hidup. 

Ayah yang sangat sayang dan bertanggung jawab tidak perduli sesulit apapun kehidupan, Ibu yang meski susah payah ia tetap menyiapkan kebutuhan tanpa pernah mengeluh rasa lelah. Apa cinta mereka tidak tidak cukup untuk kita (sebagai anak) merasa cukup untuk merasa terlindungi dan bersyukur? Lantas kita lebih memilih berteman dengan orang asing di malam minggu dan pulang larut dalam keadaan lelah. Di hari berikutnya pun Ayah dan Ibu masih sama cintanya, ia tidak membiarkan rasa sayang dan cinta itu berkurang satu persen pun. 

Memasuki usia dewasa kita memiliki banyak teman, sahabat bahkan pacar. Sosok yang mungkin bisa kita sebut lebih asik dari orangtua kita. Lalu apa yang terjadi? Di saat sedikit masalah datang, mereka mendadak menjadi daftar list orang yang tidak ingin kita temui. Apalagi kalau putus dari pacar, kita mati-matian ingin melupakannya, mengahapus semua foto di laptop dan handphone, mem-blokir semua akunnya di sosmed yang kita miliki dan menghapus nomornya dari daftar kontak kita. 

Lain halnya dengan masalah yang kita miliki dengan keluarga kita. Kita tidak pernah mengenal mantan ibu atau mantan ayah bukan? Semua jelas, dan saya sedang belajar dewasa untuk menerima takdir bahwa seberat apapun beban yang saya miliki, Allah telah mengirimkan malaikat untuk membuat saya tetap berdiri tegak dan memandang ke depan. Di depan ada banyak hal yang harus kita perjuangkan. Di depan ada banyak hal yang menunggu uluran tangan kita. 

So, mari berpikir positive untuk ketengangan hari ini karena akan ada tangan yang selalu menggenggam tangan kita.


“Kalau kamu memang seorang Detektif seharusnya kamu bisa menganalisis hatiku kan?” Ran mulai menumpahkan amarahnya, memalingkan muka, dan berlari menjauhi Shinichi. Tangisnya sudah pecah. Emosi yang sedari tadi diendapnya akhirnya keluar juga.
“Ran! Tunggu dulu!” Shinichi mati-matian mengejar gadis yang disukainya itu. Ran masih tak begeming.
“Kau ini rumit tau!” teriak Shinichi saraya meraih tangan Ran.
“Lepaskan! Lepaskan!” Ran mulai memberontak.