Bersama Panitia Lokal (Panlok) Kelas Inspirasi Jepara
Hallo, selamat siang Sahabat Blogger . . .
Kesibukan terkadang membuat kita menjadi lupa akan kegalauan yang sering singgah di kehidupan. Ada banyak pertanyaan yang mengendap di kepala, “Kok, bisa seperti itu ya?” Bisa jadi, karena saya sudah terbiasa hidup liner (lurus) tanpa ada banyak batu penghalang. Semua apa yang diinginkan juga mudah untuk saya dapatkan.
Rasa seperti itu sering saya jumpai tiga tahun terakhir semenjak orangtua telah mengirimkan saya untuk tinggal di pesantren. Bisa jadi karena adat saya yang keras dan suka berkegiatan di luar sering membuat saya berbeda pendapat dengan teman-teman pesantren. Namun, diakui atau tidak bagi saya pesantren adalah investasi sosial yang sangat menguntungkan bagi saya, terlepas dari semua kegaduhannya.
Di pesantren saya belajar bagaimana cara bergaul dengan teman, lebih peka dengan orang lain dan sopan terhadap yang lebih tua. Selain itu, saya pun harus berjuang untuk membagi waktu yang tepat selama di pesantren. Berkegiatan di bidang jurnalistik dan banyak kegiatan sosial yang sering saya ikuti cukup menguras waktu yang hanya 24 jam. Tapi apapun yang terjadi, semua kejadian yang saya alami sangat asik!
Bagi saya santri tidak harus selamanya belajar ilmu agama, karena amalan dunia pun bisa menjadi amalan akhirat. Namun, apapun yang kita lakukan kita juga harus sadar diri akan batasan, hak dan kewajibanya. Gunakan saja naluri dan logika untuk bertindak jangan hanya memakai nafsu yang justru biasanya berakhir buruk.
Seru bersama teman pondok
Sahabat . . . .
Apa pun profesi dan kegiatanmu, niatkanlah semua itu dengan baik. Kita tidak akan tau kapan kita akan dibutuhkan di masyarakat. Sementara itu, kita hanya memiliki kesempatan untuk hidup sekali di dunia ini, jadi hiduplah yang berarti. (Sinna)
0 komentar:
Posting Komentar