Bersama adik-adik GEC...
Sudah terlalu lama kita tertidur dari kenyamanan yang membuat kita
lupa untuk melirik mereka yang berada di pinggir. Berjalan dengan sepatu
lusuh yang hampir rusak, belajar dengan buku *lecek* yang hampir copot
dan tulisan yang sudah buram, bahkan yang di luar jawa, ada yang harus
menyebrangi jembatan bertaruh nyawa hanya demi untuk bersekolah.
Lalu siapa yang salah dalam masalah ini? Tidak! Mencaci hanya akan
membuang energi. Pemerintah adalah media untuk merubah melalui sistemnya,
sementara manusia sebagai pelaku sisitem adalah mereka yang seharusnya
bekerja turun tangan untuk melunasi janji kemerdekaan Indonesia yakni
mencerdaskan kehiduapan bangasa.
Manusia sejatinya adalah kekuatan terbesar di suatu negara. Mungkin
kita boleh punya uang banyak, sumber daya alam yang kaya dan jaringan
yang luas. Namun, jika kita tidak dibekali dengan ilmu dan pendidikan,
lalu apa yang akan terjadi? Bukankah semua itu juga akan
sia-sia?
Temans, mengamalkan
ilmu bagi yang sudah ahli dalam sebuah agama dikatakan hukumnya WAJIB.
Jadi boleh disimpulkan bahwa mendidik generasi penerus bangsa di negara
ini adalah tugas para mereka yang terdidik.
Selamatkan
pendidikan di negara ini, bangun karakter KEJUJURAN di negara ini, dan
rasakan apa yang akan terjadi di negara ini. So Mari kita turun tangan
melunasi janji kemerdekaan negara ini.
#kelasinpirasi
#kijepara
#indonesiamengajar
#relawanpengajarmuda
#jepara
#turuntangan
*Sinna Sa'idah Az-Zahra*
Selamat Hari Pendidikan untuk Anak Muda yang Belajar di Perantauan
Lampu belajar masih menemani. Buku masih terbuka. Berjam-jam duduk di meja belajar. Mata terus membaca, tangan mencatat di buku tulis. Di kamar yang mungil, jauh dari kampung halaman. Ribuan, bahkan ratusan ribu anak muda tinggalkan kampung halaman, jauh
dari Ibu, Ayah, dan saudara mereka. Kampung halaman yang penuh kenangan
masa kecil itu mereka tinggalkan untuk satu tujuan: pendidikan.
Semua pasti masih ingat saat keluarga mengantarkan, melepas bersekolah
jauh. Kristal butiran air mata Ibu saat melepas anak berangkat seakan
cermin jernihnya cinta. Anak adalah cinta berbalut harapan. Ibu
melepaskan anak untuk merantau jauh demi pendidikan yang lebih baik;
melepaskannya dengan cinta, mengalunginya dengan harapan, dan
menyematkannya doa tanpa akhir.
Buat anak-anak muda yang sedang
di rantau, jauh dari Ibu, Ayah dan saudara, pada malam menjelang Hari
Pendidikan ini, saya ucapkan selamat berjuang, selamat belajar.
Rute perjalanan yang kalian tempuh adalah rute yang telah mengantarkan
jutaan anak muda negeri ini meraih kehidupan yang lebih baik. Jaga
stamina!
Yakinlah bahwa pendidikan akan bisa mengantarkan pada
kehidupan yang lebih baik. Pendidikan jadi tangga untuk menuju
cita-cita, menuju harapan. Tiap hari satu anak tangga dilewati.
Anak muda memang seharusnya pilih jalan mendaki. Jalan berat penuh
tantangan tapi bisa mengantarkan ke puncak. Jadikan perpisahan dengan
keluarga itu sebagai awal perjumpaan dengan cita-cita.
Pada tiap
lembar bacaan, ada doa Ibu dan Ayah. Pada tiap karya tulis dan pekerjaan
dari guru atau dosen, ada harapan dari Ibu dan Ayah. Mereka mungkin
tidak tahu satu per satu yang dikerjakan anaknya, tapi mereka tak pernah
berhenti hibahkan semua yang mereka miliki untuk kebaikan dan
kebahagiaan anak mereka.
Teruslah belajar. Jangan biarkan waktu
bergulir tanpa makna. Buka hari dengan cerahnya mata hati, dan tutup
hari dengan tuntasnya asupan ilmu dan pengetahuan baru.
Janjilah
kepada Ibu dan Ayah, suatu hari nanti mereka akan melihat anak mereka
pulang membawa ilmu, membawa makna dan menjawab semua doa dengan
melampaui harapan Ibu dan Ayah mereka. Izinkan mereka kelak
menyongsongmu dengan rasa bangga dan syukur. Doa tulusnya dijawab oleh
keberhasilan anaknya.
Selamat Hari Pendidikan, selamat memasuki Bulan Pendidikan, selamat meneruskan belajar, dan selamat melampaui cita-cita!
Salam,
Anies Baswedan
3 komentar:
Lama nian awak tak tengok rumah maya Aida, sekalinya tengok... ambooooyyy elok nian. :)
Gimana kabarnya, Aida? Semoga makin sukses, ya..
Alhamdulillah.. Baik.. Pak Irham apa kabar nie?
Alhamdulillah, kabar baik, Aida. Semoga Aida juga demikian... Sukses selalu buat Aida!
Posting Komentar